
MEDIABERITA86, PINRANG – Malang nasib siswi kelas 6 SD di Kabupaten Pinrang, dia harus menanggung rasa sakit dan juga trauma berkepanjangan setelah menjadi korban pemerkosaan oleh 4 orang lelaki asal Kampung Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
Korban berinisial (Ir) yang masih duduk dibangku sekolah kelas 6 SD, di salah satu sekolah di Kab.Pinrang mengaku telah diperkosa oleh empat orang pria yang masih dikenali oleh korban, pelaku beratasnama Yunus (25), Rahim (23),, Halim dan Yusril (22).
Polisi baru bisa menangkap tiga orang pelaku diantaranya, yaitu Yus (22), diserahkan oleh orangtuanya ke Polres Pinrang, Sabtu
(18/3/2017) siang. Sementara dua pelaku lainnya, Yun (25) dan Rahim
(23), di bekuk tim Resmob Pinrang, di Lembang, perbatasan Pinrang,
Polewali Mamasa (Sulawesi Barat).
Menurut korban, kejadiannya berawal di salah satu Perumahan Transmigrasi yang kosong, berada di Kampung Maung, Kec.Lembang, Kab.Pinrang, pada dua waktu yang berbeda. Yunus melakukannya pada bulan Agustus 2016
silam. Kemudian pada hari Minggu, (12/3/2017) disusul oleh Rahim,
Halim, dan Yusril.
“Itu berdasarkan keterangan yang dilaporkan korban,” tutur Kanit Resmob Polres Pinrang, Ipda Hasmun, Sabtu (18/3/2017).
“Pada minggu malam itu melihat pelaku membawa korban, saat itu korban berdiri di sekitar rumah. Sedang malam itu juga orangtua korban mencari anaknya tak pulang-pulang. Inilah saksi kunci kami sehingga berhasil menangkap para pelaku dan kesadaran salah satu orang tua pelaku mengantar anaknya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata AKP Muhammad Nasir Kepada Rapormerah.co.
“Seorang tersangka lainnya berinisial AH masih dalam pengejaran, ” lanjut Nasir jelasnya .
“Anaknya masih dalam perawatan medis karena mengalami luka akibat perbuatan para pelaku tersebut. Dan ada di Kota Pinrang pasca kejadian tersebut.” ungkapnya Ayahnya.
Meski begitu, (Ars) tidak berkomentar banyak seolah-olah ada ketakutan yang dia sembunyikan.
Meski begitu, (Ars) tidak berkomentar banyak seolah-olah ada ketakutan yang dia sembunyikan.
Menurut beberapa informasi, pasca kejadian di tahun 2016, korban (Ir) jarang masuk sekolah,
“Korban diancam pelaku agar tidak melaporkannya ke polisi sehingga kasus ini terpendam di tahun 2016 silam. Dan baru terungkap sekarang,” kata salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sumber : Rapormerah.co

No comments:
Post a Comment