MediaBerita86

MediaBerita86, mengabarkan berita terbaru di sekitar anda

loading...

Thursday, November 23, 2017

Seorang Gadis Asal Maros Menjadi Budak Seks Sang Ayah Selama Bertahun-tahun


MediaBerita86, Maros - Mawar (nama samaran) atau MP, wanita berusia 30 tahun yang jadi budak seks atau dipaksa melayani nafsu berlangsung selama 20 tahun. Korban budak seks mengalami trauma, kadang bermimpi buruk yang dilakukan ayahnya sendiri.

Mawar, saat ini selalu takut pulang ke rumahnya. Karenanya, ia diberikan jaminan pendampingan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sang ayah yang tega menjadikan anaknya sebagai pemuas nafsu selama berpuluh tahun yaitu Daeng Taba (73) warga Lingkungan Batangase, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dimana saat ini pelaku mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Maros, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros, Idrus saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya memberikan jaminan pendampingan kepada MP (30) berupa pendampingan pemulihan kesehatan.

Pendampingan pemulihan psikologi hingga pendampingan hukum kepada wanita yang jadi budak seks sang ayah sejak tahun 1995 itu.

"Kita beri dia tiga pendampingan itu hingga kondisinya benar-benar normal kembalu, kita bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)," kata Idrus, Rabu (22/11/2017).

Lebih lanjut Idrus, bahwa awalnya MP sangat takut pulang kerumahnya sendiri, karena mengira ayahnya masih berada dirumahnya. Trauma mendalam yang dialami MP juga membuat ia sulit berbicara.

"Trauma mendalam, bagaimana tidak selama 20 tahun tidak hanya jadi budak seks, korban juga sering dikasari oleh ayahnya sendiri. Makanya kita akan siapkan psikolog terbaik untuk memilihkan dia," terangnya.

Lebih jauh Idris menjelaskan bahwa meski telah jadi budak seks selama puluhan tahun dan disetubuhi ratusan kali, beruntung MP tidak hamil.

"Kita sudah terima hasil visum awal, dan test kehamilan, beruntung dia tidak hamil. Namun kondisi psikologinya benar-benar memprihatinkan," ungkap Idrus saat dikonfirmasi.

Selanjutnya, kata Idrus, kita akan meminta visum ulang untuk mengetahui kondisi MP secara detil agar tim medis yang disiapkan untuk memulihkan kesehatannya dan kondisi psikologinya tepat.

"Dalam waktu dekat kita akan bawa korban untuk visum ulang di Rumah Sakit, agar kita tahu kondisi detil korban," jelasnya.

Sebelumnya, MP, wanita berusia 30 tahun harus menderita gangguan mental. Bagaimana tidak? Selama kurun waktu 20 tahun lebih, ia dijadikan budak seks atau dipaksa melayani nafsu bejat sang ayah, Daeng Taba (73).

Aksi bejat sang ayah bermula saat MP masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD). Kala itu, ia masih masih berusia sembilan tahun.
Aksi bejad warga Lingkungan Batangase, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu.

Kemudian terungkap setelah ia mencoba menyetubuhi buah hatinya lagi beberapa waktu lalu namun istri Daeng Taba, sendiri yang mendapatinya.

Saat itu JP (70) memergoki suaminya hendak melakukan aksi bejadnya diruang keluarga. Saat dipergoki, Daeng Taba bukannya mengakui perbuatannya, ia justru marah dan menampar istrinya, JP.

Baca Sumber : Kabar.News

No comments:

Post a Comment